<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820</id><updated>2012-01-22T21:23:18.732-08:00</updated><title type='text'>Suparman's Site</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-5704713987142369577</id><published>2010-04-28T23:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T00:01:05.923-07:00</updated><title type='text'>Kalam</title><content type='html'>Allah itu wujud, hidup, berkehendak. Allah itu berbicara... Allah punya kalam. apakah setelah Muhammad, Allah tidak lagi bicara? siapakah kita sehingga berani membatasi Allah. bukankah Allah masih berbicara dengan lebah?. bukankah lebah masih membuat sarangnya... Bukankah manusia lebih mulia daripada lebah?, Allah..wujud, hidup, berkehendak, terus menerus... kekal.&lt;br /&gt;Siapa yang bisa berbicara denganNya? apakah sama orang yang buta dengan yang melihat. barang siapa buta didunia maka buta diakhirat... gelap ...maka disebut Dzulumaat. gelap tidak sama dengan Nuur. jika ingin tahu kedudukanmu di akhirat lihatlah keadaanmu didunia sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustaz Abu Sangkan&lt;br /&gt;Gosnells - Perth&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-5704713987142369577?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/5704713987142369577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2010/04/kalam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/5704713987142369577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/5704713987142369577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2010/04/kalam.html' title='Kalam'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-7077011265361984811</id><published>2009-09-01T23:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T01:25:27.899-07:00</updated><title type='text'>Perilaku Hedonisme &amp; Konsumtif selama Ramadhan</title><content type='html'>Hedonisme dan konsumtif menjadi gaya hidup masyarakat menjelang lebaran, parameternya bisa kita lihat di atas meja makan kita, di pasar2 tradisional, di pertokoan dan supermarket, serta pusat perbelanjan lainnya. Mereka berjejal mengantri membeli kebutuhan perut dan raga mereka. Semoga gejala ini hanya bersifat sementara demi memenuhi penghormatan terhadap hari Raya yang datangnya sekali dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai Sunatullah, tubuh ini akan selalu kembali pada tanah tanpa bisa kita cegah dan memang selalu menuruti pemenuhan yang bersifat "tanah" : makanan, minuman, pakaian yang semua itu adalah berasal dari tanah, sedangkan makna Puasa Ramadhan adalah belajar untuk tidak menuruti nafsu tanah, maka secara fitrah Jiwa kita naik (Al Fitrah Al munazzalah). Jiwa seperti inilah yang diharapkan oleh Allah Ta’ala bagi umat muslim ketika diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga muncul pertanyaan, apa yang kita dapatkan selama bulan ramadhan ini, ketika tatanan Hedonisme &amp; konsumtif (menurut tulisan saudara saya Mushofik Pribadi) yang memang terjadi pada masyarakat kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala mengajarkan kita untuk hidup teratur sesuai Sunnah, jangan menuruti hawa nafsu. Bandingkan alam semesta (macrocosmos) dan rasakan keteraturannya yang sungguh menakjubkan, seperti yang di firmankan oleh Allah Ta’ala dalam al-qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."(AL Fushshilat 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan firman Allah yang lainnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Ash Shaf : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kita masih dalam kategori “tanah” yang selalu menyeret jiwa kita kedalam kubang terdalam keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan kita “sadar” agar jiwa ini adalah jiwa yang selalu diridhai oleh Allah Ta’ala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah pada Ramadhan ini, dan janji Allah Ta’ala pasti benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-7077011265361984811?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/7077011265361984811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/09/perilaku-hedonisme-konsumtif-selama.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/7077011265361984811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/7077011265361984811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/09/perilaku-hedonisme-konsumtif-selama.html' title='Perilaku Hedonisme &amp; Konsumtif selama Ramadhan'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-2975218422347083495</id><published>2009-08-26T06:19:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T21:44:12.742-07:00</updated><title type='text'>Teman yang Hilang</title><content type='html'>kepada Saudaraku, Minhajun Ni'am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah fragmen hidup telah menuntun saya dalam pencarian panjang tentang konsep "Tuhan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata sederhana itu telah membolak balikkan kehidupan saya, sampai akhirnya pada muara umur ini, telah diperlihatkan kekaguman akan keindahan tak berkesudahan.&lt;br /&gt;seperti didalam, begitu juga diluar. Seperti dibawah, begitu juga diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dam ketika kalimat "kun fayakun" telah dikumandangkan maka tiada yang bisa mencegah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melalaui Shalat Khusyu' &amp; Kaifatusholli, mari kita kumandangkan syiar para wali yang telah putus dan tak berujung ini, hanya untuk menegakkan "Dien" Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 rakaat, 17 tahun, malam 17 Agustus, adalah ujung tombak "shill" kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gresik, 6 Ramadhan 1430 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-2975218422347083495?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/2975218422347083495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/08/teman-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/2975218422347083495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/2975218422347083495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/08/teman-yang-hilang.html' title='Teman yang Hilang'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-2762170710927269624</id><published>2009-08-21T23:02:00.000-07:00</published><updated>2010-11-14T20:33:08.053-08:00</updated><title type='text'>Apakah Tuhan bisa dilihat?</title><content type='html'>Wow… merinding juga ya, tapi bukan cerita baru lagi bila umat manusia sepanjang masa selalu membicarakan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari zaman para Nabi sampai zaman yang serba modern seperti ini, yang segalanya bisa diukur secara ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bisakah kita menggali segala ke-Maha Besar-an Allah, dengan segala kekurangan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita “open mind” barang sejenak dan tinggalkan segala yang menjadi atribut ke-Aku-an kita. Lantas kita kupas sedikit apakah Tuhan itu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dzahir &lt;/span&gt;ataukah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ghaib&lt;/span&gt;?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku yang nomor 2, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ruzain Anugrah Aryastya&lt;/span&gt;. Bertanya, ketika terbangun dari tidur siangnya karena terganggu dengan suara deru mobil tetangga yang melintas didepan rumah. Sambil mata terpejam Ruzain bertanya padaku, “Ayah…. Aku ga bisa tidur nih” sambil mengernyitkan dahinya “suara apaan sih, berisik banget”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejadian tersebut kita simpulkan bahwa : “suara deru mobil” adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dzahir&lt;/span&gt; bagi telinga, sedangkan bagi panca indra tubuh yang lainnya adalah “Ghaib”. Jelas, karena selain telinga mana ada indra tubuh yang bisa mendengar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ketika kita melihat pemandangan yang sangat indah, maka bagi indra mata hal ini sangat “Dzahir” (nyata)  namun bagi telinga dan indra tubuh yang lainnya hal itu dikatakan “Ghaib”. Hal yang lain juga sama ketika hidung mencium bebauan, dzahir bagi hidung namun ghaib bagi indra tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah …. Pertanyaannya adalah apakah Tuhan bisa ditangkap/dilihat keberadaan-Nya oleh instrumen/indra tubuh seperti analogi diatas?, Apakah kita yang hidup di dunia ini bisa melihat keberadaan Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits qudsi diterangkan, Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Tidak memuat Zat-Ku bumi dan langit-Ku (yang membawa Asma-Ku dan kalimah-Ku), melainkan yang dapat menerimanya ialah Hati hamba-Ku yang mukmin, suci, lunak dan tenang.” (H.R Abu Daud).&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam al Qur’an juga ditegaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila dibaca nama ALLAH gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan hanya kepada Robblah mereka bertawakal" (QS Al Anfal : 2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas tergambar disana bahwa Tuhan bisa “dilihat” oleh manusia dengan menggunakan hati (qolb). Yakni hati (qolb) seorang mukmin yang suci, lunak dan tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa definisi dari Qolb menurut bahasa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa ahli bahwa kata Qolb (hati) artinya bolak balik, naik turun, maju mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kata Qolb (hati) menurut bahasa Indonesia adalah yang mengacu pada instrumen tubuh yang mempunyai fungsi menyaring darah, yang letaknya berada pada rongga perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal jelas diterangkan di dalam Al Qur’an bahwa kata qolbun (hati) adalah sesuatu yang didalam dada yang berdegub terus, naik turun, bolak balik. Itu mengacu pada alat tubuh yang namanya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jantung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ada kerancuan bahasa ketika makna qolb itu masuk dan di artikan kedalam bahasa Indonesia. Bahwa hati adalah sama dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;hepar&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini salah besar, semestinya Hati itu ya… Jantung itu, bukan hepar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dijelaskan dalam al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada” (al Hajj : 46)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa “Hati yang didalam Dada”, bukan Hati yang didalam perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita sering mengalami situasi yang membuat kita marah, maka yang berdegub keras adalah Jantungnya bukan heparnya (hatinya), ketika kita sedih maka kerja jantung akan melambat yang menandakan situasi mental kita sedang sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga halnya ketika kita ingat Allah, apakah Jantung kita berdegub?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Tuhan bisa dilihat oleh manusia adalah ketika qolb (Jantung) kita berdegub kencang ketika menyebut Asma Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertanyaannya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sudah bisa mengukur seberapa kencang degub jantung kita ketika disebut Asma Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jawabannya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada didalam diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gresik, 1 Ramadhan 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Bill Ruzain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-2762170710927269624?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/2762170710927269624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/08/apakah-tuhan-bisa-dilihat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/2762170710927269624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/2762170710927269624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/08/apakah-tuhan-bisa-dilihat.html' title='Apakah Tuhan bisa dilihat?'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-1354723526705296883</id><published>2009-08-21T01:48:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T01:59:03.451-07:00</updated><title type='text'>Samudera Kasih MU</title><content type='html'>Jantungku bergetar, setiap menyebut namaMU&lt;br /&gt;Merasakan kehadiran Dzat yang luas tak terbatas&lt;br /&gt;Ya...Rabb,&lt;br /&gt;Getaran ini,&lt;br /&gt;Rasa sambung yang Enkau berikan ini&lt;br /&gt;membuat diriku luluh dalam kenikmatan Samudera kasih sayangMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penghujung bulan Sya'ban 1430 H&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-1354723526705296883?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/1354723526705296883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/08/samudera-kasih-mu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/1354723526705296883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/1354723526705296883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/08/samudera-kasih-mu.html' title='Samudera Kasih MU'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-5395480584031977719</id><published>2009-08-18T21:43:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T23:19:25.983-07:00</updated><title type='text'>Hati-hati dengan firasat orang mu'min</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(seperti yang dituturkan oleh saudaraku, Minhajun Ni'am. pada malam 17 Agustus 2009 di Masjid "Sunan Ampel" Surabaya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتقوا فراسة المؤمن ، فإنه ينظر بنور الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati-hati dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;firasat orang beriman&lt;/span&gt;. Sesungguhnya orang orang yang beriman itu memandang dengan menggunakan cahaya milik Allah SWT, yang dianugerahkan kepadanya." - (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang membuktikan bahwa orang yang beriman mampu memandang sesuatu dengan tepat dan akurat. Karena Allah memberikan kekuatan kepada orang yang beriman kepada-Nya , yang mana hal itu tidak diberikan kepada orang lain. firman Allah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن في ذلك لآيات للمتوسمين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya pada peristiwa itu terdapat tanda- tanda bagi orang-orang yang “ Al Mutawassimin “ (QS Al Hijr : 75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, kita menyebut kemampuan tersebut dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;bashirah&lt;/span&gt; (penglihatan) yang dimiliki manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam Al Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada...." (QS Al Hajj : 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadist Qudsi Allah Ta'ala berfirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika hambaKu istiqamah mendekati-Ku dengan ibadah-ibadah tambahan, hingga saatnya, Aku menerima usahanya dan mengasihinya. Dan ketika Aku telah mengasihinya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;maka Aku akan menjadi pendengaran&lt;/span&gt; yang denganya hambu-Ku dapat mendengar. Aku akan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;menjadi tanganya&lt;/span&gt; yang denganya dia memegang. Jika dia meminta, maka Aku dengan segera &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mengabulkan permintaanya&lt;/span&gt;. Jika dia memohon perlindungan kepada-Ku, maka Aku dengan segara akan melindunginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Khatthabi berkomentar tentang hadist itu, "Hadist ini mengisyaratkan kepada terkabulnya doa dengan cepat dan isyarat bahwa doa adalah senjata orang orang yang beriman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ath Thufi berkata, "Hadist ini referensi dasar bagi jalan menuju Allah, dan usaha dalam mencapai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ma'rifatullah&lt;/span&gt; serta mendapatkan kasih sayang dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;materi referensi:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Great Knight, Dr. Abdurrahman 'Umairah halaman 237-238 ISBN 979-26-4705-8 Tahun 2006 Embun Publishing.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-5395480584031977719?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/5395480584031977719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/08/hati-hati-dengan-firasat-orang-mumin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/5395480584031977719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/5395480584031977719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/08/hati-hati-dengan-firasat-orang-mumin.html' title='Hati-hati dengan firasat orang mu&apos;min'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-5464607992092836650</id><published>2009-05-26T21:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T21:22:31.111-07:00</updated><title type='text'>SMS Abu Sangkan, Melbourne</title><content type='html'>Ketika engkau berada bersama Allah, berarti engkau terbebas dari kegelisahan hati. ketika engkau berhadapan dengan Allah disaat shalat akan tampak kecerahan sinar Ilahi seperti sinar mentari menerpa bulan. dan amati nasehat Tuhan dihatimu, jernihkan hatimu agar getarannya semakin jelas. Intuisi yang pertama itulah yang perlu diperhatikan, jangan ada keraguan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sangkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-5464607992092836650?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/5464607992092836650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/05/sms-abu-sangkan-melbourne.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/5464607992092836650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/5464607992092836650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/05/sms-abu-sangkan-melbourne.html' title='SMS Abu Sangkan, Melbourne'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-4157075270492381380</id><published>2009-03-06T01:04:00.001-08:00</published><updated>2009-03-06T01:10:41.434-08:00</updated><title type='text'>Anda Bukanlah Pikiran Anda</title><content type='html'>Keberadaan itu adalah kehadiran anda sendiri, sesuatu yang bisa segera anda dapatkan seperti halnya merasakan kehadiran diri sendiri, wujud dari “Aku” adalah yang ada sebelum aku adalah ini atau aku adalah itu. Hanya diperlukan satu langkah kecil untuk mengubah kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keberadaan &lt;/span&gt;(being) menjadi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mengalami Keberadaan &lt;/span&gt;(experience of being)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencerahan merupakan keadaan yang utuh, menjadi “satu” dan karena itu berada dalam kedamaian. Menjadi satu dengan kehidupan dalam aspek perwujudannya — menjadi satu dengan Keberadaan. Pencerahan bukan saja berarti diluar diri kita, tetapi juga berarti berakhirnya perbudakan yang mengerikan pada pemikiran yang tiada henti. Sungguh suatu pembebasan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidentikkan diri dengan pikiran menciptakan sebuah tabir buram berupa konsep, label, citra, perkataan, penilaian, dan definisi yang menghambat semua hubungan yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran merupakan sarana yang hebat jika digunakan dengan benar. Namun, jika digunakan dengan salah, pikiran akan sangat merusak. Tepatnya, bukan karena salah menggunakan pikiran – biasanya anda malah tidak menggunakan pikiran sama sekali. Namum pikiran itulah yang menggunakan anda. Inilah penyakitnya. Anda percaya bahwa anda adalah pikiran anda. Inilah delusinya. Sarana itu telah menguasai diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda mulai memerhatikan si Pemikir, saat itulah tingkat kesadaran yang lebih tinggi mulai diaktifkan. Anda kemudian mulai menyadari bahwa ada dunia kecerdasan yang sangat melampaui pikiran. Pikiran hanyalah sebuah aspek kecil dari kecerdasan itu. Anda juga menyadari bahwa semua hal yang benar-benar bermakna-keindahan, kasih, kreatifitas, sukacita, damai di hati-timbul jauh dari luar pikiran. Anda mulai terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar baiknya adalah bahwa anda dapat membebaskan diri dari pikiran sendiri. Ini adalah satu-satunya pembebasan sejati. Anda bisa mengambil langkah pertama sekarang juga. Mulailah mendengarkan suara dalam benak anda sesering mungkin. Berikan  perhatian khusus pada setiap pola pikir yang bersifat pengulangan, pita rekaman lama yang mungkin telah diputar dibenak anda selama bertahun-tahun. Inilah yang saya maksud dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“memerhatikan sang pemikir”&lt;/span&gt;, yang merupakan cara lain untuk berkata: Dengarkan suara di benak anda, hadirlah di sana sebagai saksi kekeberadaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda mendengarkan suara itu, simaklah tanpa memihak. Maksudnya, jangan menghakimi. Jangan menilai atau menghakimi apa yang sedang anda dengar, karena bila melakukan hal itu akan memunculkan kembali suara yang sama melalui pintu belakang. Anda akan segera menyadari: itulah suaranya, dan disinilah aku mendengarkannya, memerhatikannya. Kesadaran aku ada ini, rasa kehadiran anda sendiri ini, bukan pikiran. Kesadaran itu timbul jauh di luar pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda mendengarkan pikiran, anda bukan hanya menyadari pikiran itu tetapi juga menyadari diri anda sendiri sebagai saksi pikiran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara anda mendengarkan pikiran itu, anda mulai merasakan kahadiran sadar – diri  anda yang lebih mendalam – dibalik  atau dibawah pikiran itu, atau diri anda yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pikiran mulai mereda, anda mengalami diskontuinitas dalam aliran mental – ini sebuah jeda “tanpa pikiran”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa menciptakan saat jeda dalam aliran pikiran hanya dengan mengarahkan fokus perhatian anda pada saat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh setiap kali anda menaiki dan menuruni anak tangga di rumah atau di tempat kerja, berikan perhatian penuh pada setiap langkah, setiap gerakan, bahkan juga pada tarikan napas anda, sadari sepenuhnya kehadiran anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadari rasa kehadiran yang teduh namun kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan pikiran tidak lebih dari pada sebuah tahap dalam evolusi kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan kesadaran bukanlah hal yang sama. Berpikir hanyalah suatu aspek kecil dari kesadaran. Pikiran tidak akan ada tanpa kesadaran, tetapi kesadaran tidak memerlukan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfikir “hanya memainkan peran terkecil pada tahap aksi kreatif yang menentukan itu sendiri”. Jadi, dapat saya katakan mengenai alasan sederhana mengapa mayoritas ilmuwan itu tidak kreatif bukan disebabkan karena mereka tidak mengetahui cara berfikir, tetapi karena mereka tidak mengetahui bagaimana berhenti berfikir!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pikiran yang saya gunakan, tidak hanya berarti sekedar pikiran, tetapi juga meliputi emosi dan semua pola reaktif mental emosional tidak sadar. Emosi timbul di tempat pikiran dan tubuh bertemu. Itu adalah reaksi tubuh pada pikiran anda – bisa juga dikatan sebagai cerminan pikiran anda didlam tubuh. Sebagai contoh, pikiran yang menyerang atau pikiran yang bermusuhan akan menciptakan timbunan energi di dalam tubuh yang kita sebut amarah. Tubuh siap untuk bertatung, pikiran yang berkata bahwa anda akan terancam, baik secara fisik atau psikologis, menyebabkan tubuh mengejang, dan inilah sisi fisik dari yang kita namakan ketakutan. Penelitian menunjukkan bahwa emosi yang kuat itu menyebabkan timbulnya reaksi biokimia tubuh. Perubahan biokimia ini menunjukkan aspek fisik atau material emosi. Sudah barang tentu, biasanya anda tidak menyadari semua pola pikir anda, dan sering hanya dengan mengamati emosi, anda membawa emosi itu pada kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda benar-benar ingin mengetahui pikiran anda, tubuh akan selalu memberikan cerminan yang sesungguhnya. Jadi, perhatikan emosi anda, atau lebih tepat, rasakan dalam tubuh anda. Jika timbul konflik antara keduanya, pikiranlah yang berdusta, sedangkan yang benar adalah emosi. Bukan kebenaran mutlak tentang siapa diri anda, melainkan kebenaran relatif tentang keadaaan pikiran anda pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-4157075270492381380?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/4157075270492381380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/03/anda-bukanlah-pikiran-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/4157075270492381380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/4157075270492381380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/03/anda-bukanlah-pikiran-anda.html' title='Anda Bukanlah Pikiran Anda'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-3542714749760544772</id><published>2009-03-01T23:42:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T23:43:27.885-08:00</updated><title type='text'>SMS Abu Sangkan</title><content type='html'>Hapus atau ambil data-data di memory otak mengenai kesadaran yang berasal dari tipuan mata, telinga, hidung, dan persepsi pikiran. Sampai targetnya kalian merasakan sebagai terurainya air es yang tercelup dalam air panas. Engkau adalah air: H2O. Setelah terurai bukalah otak kalian agar tersimpan dalam memory. Usahakan sampai berhasil terasa. Amalkan betul-betul, jangan pindah-pindah dulu biar mahir. Agar memperlancar jalannya spiritual, sadari kesalahan-kesalahan kalian dihadapan Allah. Bacalah Al-Fatihah sebagai petunjuk jalanmu. Diulang-ulang sampai kalian dimasukkan ke wilayah Jalan Tuhan, dan lepaskan egomu. Bershalawatlah ke Rasulullah. Akan lebih mudah kalau pejam mata, kalau sudah terasa baru buka mata. (catatlah pelajaran ini jangan sampai hilang). Abu Sangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-3542714749760544772?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/3542714749760544772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/03/sms-abu-sangkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/3542714749760544772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/3542714749760544772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/03/sms-abu-sangkan.html' title='SMS Abu Sangkan'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-382142276762779799</id><published>2009-02-22T17:49:00.002-08:00</published><updated>2009-02-27T17:29:36.768-08:00</updated><title type='text'>kesadaran "Sekarang &amp; Saat Ini"</title><content type='html'>Akhir-akhir ini kita banyak mendengar metode yang mengarahkan kita menuju pencerahan dalam berspiritual, tentang apa yang dikatakan banyak penulis yang kemudian diartikan sebagai pencerahan. Baik itu pencerahan spiritual dengan menggunakan nada khusus yang dengan itu mereka men-sett sedemikian rupa sehinggga gelombang otak kita bisa diturunkan menuju gelombang Alfa maupun theta, jika sudah memasuki gelombang tersebut maka kita dibuat menjadi trance, dalam keadaaan dimana  fikiran telah “dikelabui” oleh nada-nada minor sehingga otak kita dibuat tak berdaya maka dikatakannya kita sudah memasuki dimensi Ketuhanan (God Spot), gelombang tersebut menciptakan pergerakan emosional menuju suatu dimensi ketenangan. Seandainya pun ada yang telah merasakan hal semacam itu dan menggunakannya sebagai ketundukan untuk pencerahan spiritual. Itu tidak bertahan lama. Istilah itu kita sebut sebagai Neuro Language Programming (NLP) dimana kekuatan luar dari diri kita mempengaruhi kedalam. Sehingga hal-hal yang menurut kita telah memberikan efek ketenangan berpindah dari luar menuju bagian diri yang paling dalam, seperti musik bernada minor dan hal-hal lain yang senada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa selain pengaruh luar itu, sebenarnya ada pengaruh lain yang kita sebut : Neuro Spiritual Programming (NSP), yaitu pengaruh dalam diri kita yang memancar keluar dan inilah yang kita sebut sebagai tanda pencerahan spiritual yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada banyak lagi metode-metode yang menurut meraka dapat memberikan kepada kita sebagai wujud dari pencerahan dalam berspiritual, tapi mereka lupa (atau bahkan tidak tahu) bahwa untuk mengenal dimensi ketuhanan tidak bisa menggunakan alat/instrument tubuh kasar ini sebagai perantara untuk mengenal keberadaanNya, melainkan menggunakan sesuatu yang jauh lebih canggih yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, yakni Qalbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata qalbu bukan berarti wujud dari instrumen tubuh kita yang berupa benda yang terdapat dalam tubuh kita sebagai salah satu alat vital, namun qalbu adalah komponen halus (software) yang mengikutinya. Seperti Otak adalah hardware sedangkan akal/pikiran adalah sofware yang menjalankan otak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qalbu adalah salah satu aspek menuju pencerahan untuk mengenal keberadaanNya, bukan melalui daya fikir/akal. Dengan qalbu itu kita dapat menemukan akan kesadaran. Kesadaran “Sekarang &amp; Saat Ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran sekarang dan saat ini dapat menuntun kita menuju kekuatan kehidupan yang tercerahkan, baik kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat, kesadaran itu dapat juga menjadi jembatan emas menuju dimensi yang tak berwujud, dimensi tanpa batas, yang menurut beberapa kepercayaan dan agama-agama besar didunia, hal itu disebut sebagai “Being” atau “Keberadaan” atau “Tuhan”. Tapi apakah definisi dari semua hal tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita kupas satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran diambil dari kata dasar “sadar” – “ngeh” menurut orang jawa – “sadar” atau dalam bentuk negasi “tidak sadar” bukan berarti kehilangan atau menurunnya kemampuan berfikir ketika kita menjalankan suatu pekerjaan. Dalam pembahasan ini, Sadar berarti mengenal diri secara mental. Bagian terpenting dari operating system tubuh kita, yang tidak berwujud namun ada dan memberikan energi kehidupan secara menyeluruh kepada kita sebagai makhluk berakal yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa memikirkan tentang kesadaran ini, karena pikiran/akal tidak akan memahami kesadaran itu. Kesadaran hanya bisa dipahami dan dirasakan tanpa memberikan lebel maupun definisi tentangnya. Beberapa ada yang berpendapat bahwa kesadaran merupakan nilai dasar (basic value) dari sebuah kehidupan. Kesadaran juga bisa diartikan “yang tahu” yang berada didalam diri kita, dia ada sebagai penyaksi atas segala tingkah laku kita, dia diam tapi bukan berarti statis, bahkan boleh saya katakan sangat dinamis. Tidak semua manusia dapat mengakses tentang kesadaran ini, namun beberapa juga ada yang berhasil melampaui akan kesadaran itu, dan menggunakannya sebagai jalan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 bentuk perbuatan menuju kesadaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 (tiga) cara/jalan untuk masuk pada tingkat kesadaran pada apa yang anda lakukan sehingga melalui anda, kesadaran masuk kedalam diri anda. Tiga bentuk yang dapat anda gunakan untuk menyelaraskan hidup anda sebagai pencerahan dalam hidup. Bentuk disini berarti frekuensi energi yang melandasinya, yang mengalir kedalam perbuatan anda dan menghubungkan tindakan-tindakan dengan kesadaran pencerahan yang sedang muncul ke dunia ini. Tiga bentuk itu akan muncul secara bersamaan dari tiga perbuatan itu, walaupun mungkin dari salah satunya akan lebih dominan selama tahap tertentu dalam hidup anda. Tiap bentuk sesuai untuk situasi-situasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah Keikhlasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang tidak suka anda lakukan, setidaknya anda dapat menerimanya dengan ikhlas sesuatu yang anda lakukan. Keikhlasan berarti: untuk sekarang, inilah apa yang diinginkan situasi ini, saat ini, untuk kita lakukan, sehingga kita bersedia melakukannya. Contoh kecil dari keikhlasan itu, seperti dalam cerita berikut: anda mungkin tidak akan dapat menikmati kegiatan mengganti ban pecah mobil anda dimalam hari di suatu tempat yang tidak anda ketahui dan dalam curahan hujan, apalagi merasa apriori mengenai hal itu, namun anda dapat menciptakan keikhlasan akan hal itu. Melakukan suatu tindakan dalam keadaan ikhlas berarti anda merasa tenang saat melakukannya. Ketenangan itu adalah suatu getaran halus energi tak kentara yang kemudian mengalir kedalam apa yang anda lakukan. Pada permukaaan, penerimaan yang ikhlas terlihat seperti keadaan pasif, tetapi sesungguhnya aktif dan kratif karena itu membawa sesuatu sepenuhnya baru kedalam dunia. Ketenangan itu, getaran halus energi itu, adalah kesadaran, dan salah satu cara kesadaran masuk dalam dunia ini adalah melalui tidakan berserah diri, salah satu aspek keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tidak dapat menikmati maupun menerima dengan ikhlas apa yang anda lakukan. Berhentilah!. Jika tidak, anda tidak senang bertanggung jawab atas satu-satunya hal yang dapat menjadi tanggung jawab anda, yang juga adalah satu-satunya hal yang benar-benar berarti keadaan kesadaran anda. Jika anda tidak bertanggung jawab atas keadaaan kesadaran anda, anda tidak bertanggung jawab terhadap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedamaian yang muncul dengan tindakan berserah diri berubah menjadi suatu rasa yang hidup ketika anda sesungguhnya menikmati apa yang sedang anda lakukan. Penikmatan adalah bentuk kedua dari perbuatan sadar. Di dunia baru, penikmatan akan menggantikan keinginan sebagai kekuatan motivasi di balik tindakan. Keinginan muncul dari pandangan salah ego, bahwa anda adalah suatu bagian terpisah yang terlepas dari kekuatan yang ada dibalik semua ciptaan ini. Dengan menikmati, anda terhubung ke dalam kekuatan kreatif universal itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda menciptakan saat ini dan bukannnya masa lalu atau masa depan, titik utama dari hidup anda, kemampuan anda untuk menikmati apa yang anda lakukan – dan bersama itu kualitas hidup anda – meningkat secara dramatis. Kegembiraan adalah aspek dinamis dari kesadaran diri (being). Ketika kekuatan kreatif dari alam semesta menjadi sadar akan dirinya sendiri, ia mewujud sebagai kegembiraan. Anda tidak perlu menunggu sesuatu yang berarti itu untuk datang ke hidup anda, agar anda akhirnya dapat menikmati apa yang anda lakukan. Ada suatu arti yang lebih besar dalam kegembiraan dari pada yang anda butuhkan. Gejala “menunggu untuk memulai kehidupan” adalah salah satu pandangan salah yang paling umum dalam keadaaan tak sadar. Perluasan dan perubahan positif di tingkat luar sepertinya akan lebih memasuki hidup anda jika anda dapat menikmati apa yang sudah anda lakukan, dan bukannya menunggu suatu perbuatan sehingga anda dapat memulai menikmati apa yang anda lakukan. Jangan meminta ijin pada batin anda untuk menikmati apa yang anda lakukan. Yang akan anda dapat adalah banyaknya alasan mengapa anda tidak dapat menikmatinya. “tidak sekarang”, batin akan berkata: “tidakkah kau lihat saya sibuk? Tak ada waktu. Mungkin besok kau akan dapat mulai menikmati…”. Hari esok itu tak akan pernah datang kecuali anda mulai menikmati apa yang sedang anda lakukan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda berkata saya suka melakukan ini dan itu, itu benar-benar suatu pengertian yang salah. Hal itu membuat kegembiraan tampaknya datang dari apa yang anda lakukan tetapi bukan itu masalahnya. Kegembiraan tidak datang dari apa yang anda lakukan, ia mengalir kedalam apa yang anda lakukan dan dengan demikian kedalam dunia jauh dalam hati anda ini. Kesalahpahaman bahwa kegembiraan datang dari apa yang anda lakukan adalah suatu hal normal, dan juga berbahaya, karena hal ini menciptakan kepercayaan bahwa kegembiraan adalah sesuatu yang dapat diperoleh dari hal lain, seperti suatu aktifitas atau suatu benda. Anda kemudian mengharapkan dunia untuk memberikan anda kegembiraan, kebahagiaan. Namun ia tidak dapat melalukannya. Inilah mengapa banyak orang terus hidup dalam frustasi. Dunia tidak memberikan mereka apa yang mereka pikir mereka perlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya antara sesuatu yang anda lakukan dengan keadaan gembira? Anda akan menikmati aktifitas apapun saat anda benar-benar hadir, yang bukan sekedar cara untuk mencapai sasaran. Bukanlah apa yang anda lakukan yang benar-benar anda nikmati, namun suatu rasa hidup yang dalam yang mengalir kedalamnya. Rasa hidup ini bersatu dengan siapa diri anda. Ini beratri bahwa ketika anda menikmati melakukan sesuatu, anda sedang benar-benar merasakan kegembiraan kesadaran diri (being) dalam aspek dinamisinya itulah mengapa apapun yang anda suka lakukan menghubungkan anda dengan kekuatan dibalik seluruh ciptaan. Ini adalah suatu praktik spiritual yang akan membawa kekuatan dan perluasan kreatif serta pencerahan ke dalam hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: antusiasme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada satu cara wujud kreatif lain yang mungkin datang ke mereka yang setia pada tujuan dalam diri mereka untuk pencerahan. Tiba-tiba suatu hari mereka mengetahui apa tujuan luar mereka. Mereka memiliki suatu visi yang hebat, suatu tujuan, dan dari sana mereka bekerja untuk mengimplementasikan tujuan itu. Tujuan atau visi mereka biasanya dalam beberapa hal berhubungan dengan sesuatu yang paling tidak telah sedikit mereka lakukan dan suka lakukan. Inilah dimana bentuk ketiga dari perbuatan yang sadar muncul: antusiasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusiasme berarti ada suatu kenikmatan mendalam pada apa yang anda lakukan ditambah dengan elemen suatu tujuan atau visi yang ingin anda lakukan. Ketika anda menambahkan suatu tujuan pada kenikmatan pekerjaan anda, medan energi atau frekuanesi getaran berubah. Suatu tingkat tertentu dari apa yang mungkin kita sebut tekanan struktural sekarang ditambahkan pada kenikmatan, sehingga ia berubah menjadi antusiasme. Pada puncak aktifitas kreatif yang didorong oleh antusiasme, akan ada intensitas dan energi yang besar dibelakang apa yang anda lakukan. Anda akan merasa sebagai batang anak panah yang bergerak mencapai target – dan menikmati perjalanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penonton, mungkin anda terlihat stress, namun intensitas dari antusiasme tidak ada hubungannya dengan stress. Ketika anda lebih ingin tiba ditujuan anda dari pada menikmati saat melakukan apa yang sedang anda lakukan, anda menjadi stress. Keseimbangan antara kenikmatan struktural hilang, dan yang terakhir yang menang. Ketika anda stress, biasanya itu adalah suatu tanda bahwa ego telah kembali, dan anda memotong diri anda sendiri dari kekuatan kreatif dunia ini. Sebaliknya hanya ada kekuatan dan keinginan yang egois, sehingga anda harus berjuang dan “bekerja keras” untuk berhasil. Stress selalu mengurangi baik kualitas maupun efektifitas dari apa yang anda lakukan dibawah pengaruhnya. Juga ada suatu hubungan kuat antara stress dan emosi-emosi negatif, seperti kekhawatiran dan kemarahan. Ini menjadi racun bagi tubuh dan sekarang dikenali sebagai salah satu dari penyebab utama dari penyakit-penyakit mematikan seperti kanker dan jantung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti stress, antusiasme memilki sebuah frekkuensi energi yang tinggi beresonansi dengan kekuatan kreatif didunia ini. Inilah mengapa Ralph Waldfo Emerson berkata bahwa, “tidak ada sesuatu yang hebat yang pernah dicapai tanpa antusiasme”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekilas tentang Kesadaran – bagi penulis – ini adalah pengalaman berharga ketika kita bisa kembali kepada kesadaran diri yang utuh. Tanpa kekhawatiran, tanpa kecemasan dan hal-hal negatif lain yang mempengaruhi hidup sehingga pengalaman itu akan menjadi sebuah jangkar (anchor) untuk bisa kembali ketika ego diri – yang berarti melekatnya diri terhadap sesuatu – itu merebutnya dalam kehidupan kita. Dan yang terpenting dari semua bahasan ini adalah ikut campur “tangan” Tuhan kepada diri setiap manusia yang ingin benar-benar hadir. Kehadiran sekarang dan saat ini menuju dimensi ilahiyah. Pada saat kita hadir itu, Tuhan memberi (given) sesuatu yang kita sebut sebagai Hidayah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-382142276762779799?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/382142276762779799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/02/kesadaran-sekarang-saat-ini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/382142276762779799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/382142276762779799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/02/kesadaran-sekarang-saat-ini.html' title='kesadaran &quot;Sekarang &amp; Saat Ini&quot;'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-672430712253569453</id><published>2009-02-22T17:49:00.001-08:00</published><updated>2009-02-22T17:49:26.788-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-672430712253569453?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/672430712253569453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/02/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/672430712253569453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/672430712253569453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2009/02/blog-post.html' title=''/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-8898289640116588105</id><published>2008-12-29T22:54:00.001-08:00</published><updated>2008-12-29T22:55:07.086-08:00</updated><title type='text'>SMS dari Abu Sangkan</title><content type='html'>Lihatlah kedepan dengan dayamu karena daya itu lebih nyata dari pada rencana, daya itulah yang selalu kita ikuti setiap hari, karena daya bersifat memaksa, dan kita hanya bisa berkata inilah takdir yang telah ditulis di lembaran Lauh Al mahfudzh. Selamat tahun baru&lt;br /&gt;Abu sangkan (sebarkan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-8898289640116588105?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/8898289640116588105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2008/12/sms-dari-abu-sangkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/8898289640116588105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/8898289640116588105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2008/12/sms-dari-abu-sangkan.html' title='SMS dari Abu Sangkan'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-569659776270166098</id><published>2008-12-17T16:31:00.001-08:00</published><updated>2008-12-17T16:31:25.827-08:00</updated><title type='text'>Bumi Kemuliaan</title><content type='html'>Kita disuruh melihat kebawah kearah tanah asal tubuh kita. Jadilah tanah yang jadi pijakan semua makhluk bahkan ditebar kotoran najis diatasnya. Itulah kemuliaan dari allah.&lt;br /&gt;Rasulullah dalam pembaringan melebur dalam tanah seperti hidupnya dahulu. sekali lagi lihatlah kebawah mengarah ke tanah, rasakan dayanya. Sebarkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sangkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-569659776270166098?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/569659776270166098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2008/12/bumi-kemuliaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/569659776270166098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/569659776270166098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2008/12/bumi-kemuliaan.html' title='Bumi Kemuliaan'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-1350175737824837968</id><published>2008-12-11T18:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:45:55.075-08:00</updated><title type='text'>Kegagalan meraih khusyu’</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Selama ini, kita selalu berpendapat bahwa khusyu’ itu sangat sulit dicapai. Ketika shalat, pikiran sering pergi kemana-mana. Karena itu, lalu muncullah cara mengatasinya yaitu dengan &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;konsentrasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;. Konsentrasi pikiran seolah-olah telah menjadi kunci mencapai khusyu’. Maka tidak mengherankan jika pelajaran shalat khusyu' pada umumnya tujukan untuk membantu mengarahkan konsentrasi pikiran, seperti misalnya melihat titik ditempat sujud, menerjemahkan bacaan, menghadirkan Allah, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Cara-cara tersebut terlihat meyakinkan, tetapi kenyataannya tidak memberi terlalu banyak manfaat. Melihat tempat sujud membantu agar pandangan kita tidak melirik kekiri dan kanan, tetapi tidak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mampu menahan pikiran kita yang suka melompat ke kiri dan kanan. Jika khusyu’ dapat diperoleh dengan mengerti arti bacaannya, ketika saya pergi ke Mekkah, ternyata orang-orang Arab pun terlihat tidak lebih khusyu’ daripada kita. Ada yang matanya melirik ke kiri-kanan, ada yang sibuk merapihkan tutup kepalanya, dan lain-lain. Padahal mereka tentu mengerti arti bacaannya. Mencoba “menghadirkan” Allah, malah menambah kebingungan kita sendiri. Di dalam Al Qur’an dinyatakan, bahwa Allah tidak bisa diserupakan apapun juga (QS Asy Syuura [42]) Jadi apapun yang kita bayangkan mengenai wujud Allah, maka itu pasti salah. Anehnya, cara-cara tersebut, meskipun terbukti gagal sebagai metoda mencapai khusyu', tetapi terus-menerus diajarkan oleh orang tua ke anaknya, oleh guru ke muridnya, demikian dari generasi ke generasi. Agak konyol memang. Ketika usaha khusyu’ melalui konsentrasi gagal, maka muncullah persyaratan-persyaratan lain. Ada yang mengatakan, bahwa untuk khusyu’ kita harus suci, bersih dari perbuatan dosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=";font-size:11;color:black;"  &gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Persyaratan ini sempat pula membuat saya pesimis, karena ternyata banyak ustad-ustad yang saya kenal secara pribadi sebagai orang yang sholeh, bisa berbahasa Arab, tinggi ilmu agamanya, ternyata mengalami masalah pula dengan shalat khusyu’. Kalau mereka saja yang tinggi ilmu agamanya, banyak berdzikir dan menjaga perbuatannya saja sering tidak khusyu’, bagaimana dengan saya?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=";font-size:11;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 129, 0);font-size:11;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Mendadak khusyu'&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 129, 0);font-size:11;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-size:11;" &gt;Mungkin telah banyak usaha dan cara untuk khusyu’ telah kita lakukan tetapi tetap saja tidak berhasil. Anehnya, tiba-tiba kita bisa mendadak khusyu'. Ketika kita tertimpa musibah yang hebat, tiba-tiba saja kita bisa shalat dengan khusyu' lalu berdoa sambil mengucurkan air mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Padahal ketika itu, kita justru lupa dengan segala macam teori mengenai shalat khusyu'. Kita shalat tanpa berkonsentrasi, kita juga lupa memperhatikan titik ditempat sujud, tapi hati dan pikiran kita tidak pernah lepas mengarah ke Allah. Kita tetap belum sepenuhnya memahami arti bacaan dalam bahasa Arab, tapi kita merasa bisa berdialog dengan Allah. Kita lupa untuk “menghadirkan” Allah, tapi malah terasa Allah begitu dekat. Ketika itu, dosa kita tidak lebih sedikit dari sebelumnya, malah mungkin kita baru saja melakukan perbuatan dosa besar sehingga kita sangat menyesal, tapi terasa Allah menyambut shalat dan doa kita. Saat ketika kita tidak menggunakan ilmu khusyu’, saat itu justru kita bisa shalat dengan khusyu'. Keadaan ini bisa terjadi kepada siapa saja, dari mahzab dan aliran apa saja, kepada ulama, orang yang awam ilmu agamanya, cendikiawan, orang yang kurang berpendidikan, orang kaya, orang miskin, bahkan kadang kepada orang yang jarang shalat sekali pun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Apa gerangan yang membuat itu bisa terjadi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Salah satunya adalah &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;sikap dalam menghadap kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;. Ketika kita tertimpa musibah, maka kita datang kepada Allah dengan merendahkan diri, sungguh-sungguh mengharapkan pertolongan Allah. Kita menjadi tersadar, hanya Allah-lah yang dapat mengatasi masalah kita dan mengabulkan doa kita. Sebaliknya ketika kita sedang jaya, tidak kekurangan suatu apapun, sikap itu sudah tidak ada lagi. Biasanya kita shalat dan doa hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban saja. Seolah-olah Allah-lah yang membutuhkan shalat dan doa kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=";font-size:11;color:black;"  &gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Musibah diturunkan tidak lain agar kita selalu datang dengan merendahkan diri kepada Allah. Sikap yang akan membuat kita khusyu'. Sayang kita selalu lalai terhadap pelajaran yang Allah berikan kepada kita itu, meskipun Allah telah memberikannya berkali-kali.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=";font-size:11;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);font-size:10;" &gt;Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;kembali kepada-Nya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);font-size:10;" &gt;; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu." (QS Az Zumar [39] : 8).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(102, 255, 255);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;tunduk merendahkan diri. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;(QS Al An'aam [6] : 42).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);font-size:10;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dan tidaklah mereka memperhatikan bahwa mereka &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;diuji sekali atau dua kali setiap tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);font-size:10;" &gt;, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? (QS At Taubah [9] : 126)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 129, 0);font-size:11;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Peka dan tanggap lingkungan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Banyak orang mendefinisikan khusyu’ dengan menggunakan acuan peristiwa Syaidinna Ali ketika kakinya terkena anak panah. Ketika anak panah tersebut akan dicabut Beliau mengerang, tak kuat menahan sakit sehingga para sahabat tak tega mencabutnya. Lalu Beliau shalat dengan khusyu’. Dan ketika shalat itu, anak panah dapat dicabut tanpa Syaidinna Ali merasakan kesakitan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Peristiwa tersebut sangat popular dan memberikan kesan yang kuat bahwa salah satu tanda shalat yang khusyu’ adalah seseorang tidak lagi merasakan sakitnya luka. Seolah-olah ketika shalat dengan khusyu’, kita bisa lepas dari alam dunia. Tidak merasakan apa-apa dan tidak memikirkan apa-apa lagi. Kesan ini diperkuat lagi oleh cerita tentang satria yang sedang bersemedi didalam kisah perwayangan. Diganggu jin dan gendruwo tidak gentar, dikelilingi binatang buas diam saja, dirayu bidadari cantik tidak tergoda. Tahan tidak makan dan minum berhari-hari lamanya. Apakah shalat khusyu’ harus seperti itu? Siapa orang yang paling khusyu' shalatnya di dunia ini? Pasti kita sepakat, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling khusyu' shalatnya. Marilah kita melihat bagaimana Rasulullah melakukan shalatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Ketika Nabi sedang memimpin shalat, tiba-tiba terdengar tangis anak kecil. Beliau pun mempercepat shalatnya, takut terjadi sesuatu dengan anak itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Ketika sedang shalat, Nabi melihat ada binatang berbisa mendekat. Beliau pun menghentikan shalat untuk membunuh binatang tersebut, lalu meneruskan kembali shalatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Pada suatu saat, setelah selesai shalat berjamaah, Nabi tidak berdzikir sebagaimana biasanya, tetapi segera bergegas pulang. Ketika telah kembali ke masjid, Beliau ditanya oleh sahabatnya mengenai ketergesaan itu. Beliau mengatakan, bahwa ketika shalat Beliau ingat ada sedekah yang belum dibagikan. Karena itu, Beliau segera pulang agar dapat membagi sedekah tersebut secepatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Ketika sedang berperang, Nabi mengajarkan shalat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;khauf&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;. Shalat berjamaah yang dilakukan dengan cara yang unik karena harus tetap dalam kondisi siaga terhadap serangan musuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-size:11;" &gt;Dari beberapa riwayat tersebut, ternyata ketika shalat, Nabi selalu &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;peka dan tanggap kepada lingkungannya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-size:11;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;. Beliau tetap mendengar dan melihat apa yang terjadi di sekelilingnya. Lintasan-lintasan pikiran pun tetap ada ketika Beliau shalat. Bahkan jika ada masalah, Beliau mengajarkan kepada kita untuk shalat sunnat 2 rakaat. Artinya, ketika shalat, Beliau bukan melupakan suatu masalah, tetapi malah sengaja membawa masalah tersebut dalam shalatnya untuk disampaikan kepada Allah agar diberikan jalan keluarnya. Apa yang Beliau ajarkan sesuai dengan apa yang diperintahkan di dalam Al Qur'an :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=";font-size:11;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);font-size:10;" &gt;Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;shalat sebagai penolongmu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 129);font-size:10;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al Baqarah [2] : 153)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;SKIM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Seperti ditulis oleh mardibros dalam milis :&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:9;color:blue;"   &gt;http://groups.yahoo.com/group/dzikrullah/files/&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:verdana;font-size:9;"  &gt;(member milis dzikrullah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-1350175737824837968?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/1350175737824837968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2008/12/kegagalan-meraih-khusyu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/1350175737824837968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/1350175737824837968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2008/12/kegagalan-meraih-khusyu.html' title='Kegagalan meraih khusyu’'/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9188204236579324820.post-2480046634837423875</id><published>2008-12-10T23:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T23:25:53.561-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(255, 255, 51);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hqKiEjL0tyk/SUC-K28OxjI/AAAAAAAAADo/jMi3VJPtp_E/s1600-h/sujud+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hqKiEjL0tyk/SUC-K28OxjI/AAAAAAAAADo/jMi3VJPtp_E/s320/sujud+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278427857034331698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:180%;" &gt;Shalat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:180%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:180%;" &gt;Khusyu’ itu mudah&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebuah kajian Transenden dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Ketika membaca judul diatas, dalam pikiran sadar saya langsung mengatakan ‘tidak mungkin’. Titik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dan pada suatu hari ketika saya bertemu dengan ustadz Abu Sangkan di suatu pelatihan yang diadakan di Surabaya, maka paradigma yang selama ini saya sandang kuat-kuat bahwa shalat khusyu’ itu sangat sulit didapat, rontok sudah. Karena memang mendapatkan shalat khusyu’ itu sangat mudah. Titik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dalam perjalanan berspiritual khususnya menjalankan shalat 5 waktu, terkadang kita merasa bahwa rutinitas/ritual itu hanya untuk menggugurkan kewajiban kita sebagai umat muslim, tanpa merasa bahwa ada kandungan nilai-nilai yang sangat tinggi ketika menjalankan shalat. Kandungan nilai itu bisa didapat dan dirasakan manakala kita benar-benar ‘hadir’ didalam shalat. Pertanyaan selanjutnya adalah apa makna ‘hadir’ itu ketika kita menjalankan shalat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dalam ilmu bahasa, hadir berarti datang, berjumpa, berkomunikasi dan melakukan interaksi antara satu dengan yang lainnya. Apa hubungannya ketika kita shalat dengan datang, berjumpa, berkomunikasi maupun interaksi. Marilah kita sejenak mengkaji sebuah renungan ini tanpa merasa benar sendiri atau menyalahkan yang lainnya. Kita tinggalkan sejenak paradigma lama kita tentang shalat. Mari sama-sama membuka pikiran kita untuk menerima tanpa menyalahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 129, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 129, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Khusyu’ menurut Al Hadist&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Didalam hadist nabi dikatakan : &lt;i style=""&gt;Ashalatu mi’rajul mukminin&lt;/i&gt;, shalat adalah mi’raj-nya orang mukmin, sejarah mencatat ketika beliau diperjalankan oleh Allah untuk melakukan mi’raj yang lebih kita kenal dengan peristiwa isra’ mi’raj, muncul dalam pikiran kita bahwa ketika beliau mi’raj pada hakikatnya adalah bahwa beliau bertemu (liqa’) dengan Sang Pencipta, melakukan dialog (bukan monolog) berkomunikasi dan berinteraksi dengan Sang Pencipta. Bagaimana bisa? Apakah dalam mengaplikasikan shalat, kita sebagai hamba biasa bisa melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Rasulullah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Jawabnnya : BISA !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 129, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 129, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Khusyu’ menurut Al Qur'an&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Kunci pertama untuk mendapatkan rasa khusyu’ adalah &lt;b style=""&gt;yakin dan percaya.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Kita sering mengasosiasikan khusyu' dengan kontemplasi, semedi atau meditasi yang biasa dilakukan dalam praktek ritual agama lain. Kita menjadi lupa untuk menggali bagaimana Al Qur'an menjelaskan mengenai khusyu' itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;meyakini&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS Al Baqarah [2] 45-46).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 129);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dari kedua ayat tersebut, dapat disimpulkan khusyu' bukanlah konsentrasi, tetapi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;keyakinan sedang menghadap Allah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Keyakinan sangat mempengaruhi sikap seseorang. Orang yang yakin di pohon kamboja ada hantunya, maka dia akan ketakutan jika malam-malam lewat di bawahnya. Sebaliknya, jika orang tersebut berkeyakinan pohon kamboja adalah pohon yang indah, maka orang tersebut justru menemukan kesenangan di bawahnya. Dia akan memungut bunga-bunga yang berguguran untuk diselipkan ditelinga, dibuat rangkaian bunga atau diletakkan mengapung diatas kolam air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Sebetulnya, kata yang sering diterjemahkan sebagai “yakin” pada ayat di atas bukanlah berasal kata “yaqin” tetapi dari berasal kata “zon” - &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;yazunnuuna&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Zon &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;sebetulnya lebih sering diterjemahkan sebagai “sangkaan” sebagaimana halnya kata “husnuzon” dan su’uzon”. Ada pula mengartikan sebagai “menduga dengan kuat”. Yang pasti, tingkat keyakinan atau kepastian akan terjadinya sesuatu yang menggunakan kata “zon” berada dibawah kata “yaqin”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Jika kata “yaqin” bisa dikatakan 90%-100% sesuatu itu akan terjadi, maka kata “zon” tingkat kepastiannya mungkin hanya sekitar 70%-90%.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dalam tata bahasa Arab, berdasarkan waktu berlangsungnya suatu kegiatan, kata kerja terdiri dari 2 bentuk, yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;fi'il maadhi &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;fi'il mudhaari'&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Fiil maadhi &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;merupakan kata kerja bentuk lampau (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;past&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;) sedang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;fiil mudhaari’ &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;adalah kata kerja untuk kegiatan yang sedang berlangsung saat ini (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;present continuous&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;), masa depan (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;future&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;) dan juga untuk kegiatan yang berulang-ulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Kata kerja yang ada pada surat Al Baqarah ayat 46, yaitu "yazunnuu" menggunakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;fi'il mudhaari'&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;. Kata “menemui” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;mulaaquu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;) dan “kembali” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;raaji’uun&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;) adalah kata pelaku dari kegiatan tersebut (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;isim fa’il&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;), sama dengan kata “orang-orang yang khusyu’ “ (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;khaasyi’un&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;). Kata ini tidak menunjukkan kapan waktu kegiatan tersebut dilakukan. Bisa lampau, sekarang ataupun yang akan datang. Kebanyakan terjemahan Al Qur'an dalam bahasa Indonesia, memilih menterjemahkannya “khaasyi’un” (orang yang khusyu’) tanpa menggunakan kata “akan”. sedang kata “muulaquu” (orang yang menemui) dan “raaji’uun” (orang yang kembali) dengan tambahan kata "akan" (masa yang akan datang). Salah satu pertimbangannya "menemui Tuhan" dan "kembali kepada-Nya" hanya mungkin terjadi "nanti" di akherat. Jika demikian, lalu ketika shalat kepada siapa dia menghadap?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dalam beberapa hadits, tampak bahwa Nabi menjaga sikapnya ketika sedang shalat. Beliau berpendapat ketika shalat sesungguhnya orang sedang berhadapan dengan Allah, seperti halnya ketika Beliau mi’raj. Karena itu, Beliau melarang orang yang sedang shalat meludah ke depan, memberi tanda batas tempat shalatnya (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;sutrah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;) dan mencegah orang melewatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 129);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Allah Ta'ala tetap (senantiasa) berhadapan dengan hambaNya yang sedang shalat dan jika ia mengucap salam (menoleh) maka Allah meninggalkannya. (HR. MashobihAssunnah)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Nabi juga telah mengajarkan caranya agar kita dapat “menemui” dan “kembali” kepada Allah sebagaimana yang dimaksudkan dalam Al Baqarah 46. Petunjuknya dikemas ringkas dalam doa iftitah yang dibaca di awal shalat, setelah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;takbiratul ihram&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;. Jadi ketika kita baru memulai shalat, kita selalu diingatkan Beliau tentang apa yang harus dilakukan di dalam shalat agar kita menjadi orang yang khusyu’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 129);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Aku hadapkan wajahku kepada wajah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus dan berserah diri . Sesungguhnya ibadahku, shalatku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam ..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Kita hanya perlu memiliki sangkaan/keyakinan sehingga bisa bersikap untuk menghadapkan diri kita kepada Allah dengan sadar dan rela mengembalikan seluruh jiwa raga kita kepada Allah. Karena itu, menurut saya, lebih tepat jika arti khusyu’ dalam Al Baqarah ayat 46 diatas diterjemahkan sebagai :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 129);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Orang-orang yang (bersikap) seolah-olah, mereka sedang menemui Tuhannya, dan seolah-olah mereka sedang kembali (berserah diri) kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);font-family:verdana;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seperti dikutip dari mardibros di http://groups.yahoo.com/gro&lt;/span&gt;up/dzikrullah/files/ &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-size:78%;" &gt;(member milis dzikrullah)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:6;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9188204236579324820-2480046634837423875?l=shalatcentergresik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/feeds/2480046634837423875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2008/12/shalat-khusyu-itu-mudah-sebuah-kajian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/2480046634837423875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9188204236579324820/posts/default/2480046634837423875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalatcentergresik.blogspot.com/2008/12/shalat-khusyu-itu-mudah-sebuah-kajian.html' title=''/><author><name>Suparman site</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-dv40Wfr8scs/TxzsXqC5UaI/AAAAAAAAAH8/guJ5d5CfrLc/s220/bamboo-forest.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hqKiEjL0tyk/SUC-K28OxjI/AAAAAAAAADo/jMi3VJPtp_E/s72-c/sujud+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
